EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM
DALAM PEMBELAJARAN SAINS


Pengertian Model Pembelajaran Kuantum

Istilah kuantum dalam quantum teaching berasal dari konsep persamaan fisika kuantum yang dikembangkan oleh Issac Newton. Kata quantum berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya, semua kehidupan adalah energi rumus yang terkenal dalam fisika kuantum adalah massa kali kecepatan cahaya kuadrat sama dengan energi atau
E= M. c2 .
Ket :
E= Energi (Antusiasme, Efektifitas Belajar Mengajar, Semangat)
M= Massa (Semua Individu yang Terlibat, Situasi, Materi, Fisik)
C= Interaksi (Hubungan yang Tercipta di Kelas)
Konsep fisika kuantum ini jika dikaitkan dengan quantum teaching.
Menurut Deporter, dkk (2010), quantum learning adalah penggubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Interaksi-interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan bagi orang lain. Quantum Learning  adalah kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat.
Model pembelajaran kuantum merupakan pembelajaran yang memberdayakan potensi siswa. Ini berarti, memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan apa yang dikehendaki melalui penggalian pengalaman yang dimiliki dan memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai informasi awal untuk melaksanakan pembelajaran lebih lanjut. Model pembelajaran kuantum merupakan kerangka rancangan belajar quantum teaching yang menguraikan cara-cara baru untuk memudahkan proses belajar lewat perpaduan unsur seni dan pencapaian yang terarah yang merupakan pembelajaran yang memberdayakan potensi siswa.


Sintaks atau langkah model pembelajaran quantum
Menurut Deporter, et al “dalam” Nehru (2013) Tahapan/ Sintaks TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan) pada pembelajaran kuantum  adalah:
 1. Tumbuhkan minat belajar siswa dengan memuaskan rasa ingin tahu siswa dalam bentuk apakah manfaat pelajaran tersebut bagi siswa dengan menggunakan rumus “Apakah Manfaatnya Bagiku” (AMBAK).
2. Alami/ciptakan Datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua siswa.
 3. Namai Setelah melalui pengalaman belajar pada kompetensi dasar tertentu, kita ajak untuk menulis dikertas, menamai apa saja yang mereka peroleh, apakah informasi itu berupa gambar, atau tulisan.
 4. Demonstrasikan Setelah siswa mengalami pembelajaran akan sesuatu, siswa diberi kesempatan untuk mendemonstrasikan kemampuaannya. Melalui pengalaman belajar siswa akan mengetahui dan mengerti bahwa dia memiliki pengetahuan dan informasi yang cukup memadai.
5. Ulangi Pengulangan dan posttest memperkuat daya ingat dan dapat menumbuhkan rasa, “Aku tahu bahwa aku memang tahu ini.”
6. Rayakan Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan ketrampilan dan ilmu pengetahuan, bisa dilakukan dengan memberikan tepuk tangan maupun pemberian hadiah


Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan model quantum teaching adalah:
1. Membuat siswa merasa nyaman dan gembira dalam belajar, karena model ini menuntut setiap siswa untuk selalu aktif dalam proses belajar.
2. Memberikan motivasi pada siswa untuk ambil bagian dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang berlangsung.
3. Dengan adanya kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuannya, akan memudahkan guru dalam mengontrol sejauh mana pemahaman siswa dalam belajar

Kelemahan model quantum teaching adalah (Akbar dan J. A. Pramukantoro, 2014):
a. Model quantum teaching menuntut profesionalisme yang tinggi dari seorang guru.
b. Banyaknya media dan fasilitas yang digunakan sehingga dinilai kurang ekonomis.
c. Kesulitan yang dihadapi dalam menggunakan model quantum teaching akan terjadi dalam situasi dan kondisi belajar yang kurang kondusif sehingga menuntut penguasaan kelas yang baik.


Efektifitas Pembelajaran 

Slavin (1995) menjelaskan bahwa keefektifan pembelajaran akan terjadi apabila siswa secara aktif dilibatkan dalam pengorganisasian hubunganhubungan dari informasi yang diberikan. Selanjutnya Arend (1997) menjelaskan bahwa terdapat 7 ciri keefektifan pembelajaran yaitu:
a. Pembalikan makna belajar; 
b. Berpusat pada siswa; 
c. Belajar dengan mengalami; 
d. Mengembangkan keterampilan sosial, kognitif dan emosional; 
e. Mengembangkan keingintahuan, imajinasi, dan fitrah Tuhan; 
f. Belajar sepanjang hayat; 
g. Perpaduan kemandirian dan sepanjang hayat. 


Efektifitas Model Pembelajaran Quantum pada Pembelajaran Sains

Berdasarkan karakteristik pembelajaran sains yang telah dikemukakan diatas dan juga prinsip-prinsip serta langkah-langkah model pembelajaran quantum yang telah dipaparkan, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa model pembelajaran quantum cukup efektif dalam menjembatani proses pembelajaran Sains agar berjalan dengan maksimal.
Melalui Quantum Learning siswa akan diajak belajar dalam suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan, sehingga siswa akan lebih bebas dalam menemukan berbagai pengalaman baru dalam belajarnya. Dengan model pembelajaran ini diharapkan dapat tumbuh berbagai kegiatan belajar siswa sehubungan dengan kegiatan belajar siswa. Dengan kata lain terciptalah interaksi edukatif. Dalam interaksi ini guru berperan sebagai penggerak atau pembimbing, sedangkan siswa berperan sebagai penerima atau yang dibimbing. Proses interaksi ini akan berjalan baik apabila siswa banyak aktif dibandingkan guru.


Contoh  Skenario Model Quantum Learning

Kegiatan pendahuluan :
1. Guru melakukan apersepsi dengan pertanyaan pada materi pembelajaran IPA.
2. Memberi pertanyaan kepada siswa tentang cakupan materi dari pembelajaran IPA
Kegiatan inti :
1. Mentransfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep.
2. Memperbaiki peta konsep yang belum terstruktur menjadi terstuktur.
3. Setelah peta konsep jadi, membeti tugas kepada siswa untuk membuat peta konsep secara berkelompok berdasarkan sub-sub materi.
4. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian siswa kerja kelompok untuk membuat peta konsep.
5. Guru keliling untuk memberi penjelasan jika ada kelompok yang bertanya selama siswa menyusun peta konsep.
6. Wakil-wakil kelompok maju untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Sementara itu kelompok lain diberi kesempatan untuk memberi tanggapan dan masukan.
7. Menjelaskan tentang materi yang belum dipahami siswa
Kegiatan Penutup :
1. Memberikan masukan tentang hasil pekerjaan siswa
2. Postest.
3. Memberi kesempatan siswa untuk memberi masukan tentang cara pembelajaran yang dilakukan guru sebagai evaluasi pembelajaran pada pertemuan berikutnya.


Dari ulasan yang telah diuraikan, penulis ingin mengajukan pertanyaan:

1.       Apakah selain pada pembelajaran sains, model pembelajaran kuantum dapat digunakan pada mata pelajaran lain, jelaskan ?
2.       Kompetensi seperti apakah yang harus dimiliki siswa dan guru dalam pembelajaran sains dengan menggunakan model kuantum ?
3.       Apakah tujuan dari pembelajaran model kuantum ?





Komentar

  1. Menanggapi pertanyaan pertama dari penulis,. Model kuantum dapat diterapkan untuk semua mata pelajaran. Apabila pendidik sudah memiliki pengetahuan tentang model kuantum serta memiliki kompetensi dalam mengajar, model ini dapat dengan mudah diterapkan. Pada dasarnya model kuantum ini mengarah pada pembelajaran aktif dan bermakna, dan ini dapat diterapkan pada pelajaran apapun,.

    BalasHapus
  2. Menanggapi no 3
    Menurut Bobbi DePorter & Mike Hernacki (2011:12) adapun tujuan dari pembelajaran kuantum (quantum learning) ada 5 yaitu:
    1. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
    2. Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan.
    3. Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak.
    4. Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir.
    5. Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran
    Dari kelima tujuan tersebut bertujuan untuk membentuk pembelajaran yang menyenangkan, penyeimbangan otak kiri dan kanan, dan apabila dilakukan dengan professional maka akan membantu efisien waktu pembelajaran.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus


  3. Menanggapi soal no 3.
    Tujuan pembelajaran kuantum (kuantum teaching) :
    1. Meningkatkan partisivasi siswa melalui pengubahan keadaan
    2. Meningkatkan motivasi dan minat belajar
    3. Meningkatkan daya ingat
    4. Meningkatkan rasa kebersamaan
    5. Meningkatkan daya dengar
    6. Meningkatkan kehalusan prilaku

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum wr.wb
    Saya mencoba menanggapi pertanyaan no 3.
    Menurut DePorter (1999) tujuan pembelajaran Quantum adalah sebagai berikut:
    1. membantu pembelajar untuk melenjit potensi dirinya,
    2. membantu meningkat pemahaman bacaan,
    3. mengatasi dalam hambatan dalam membaca,
    4. menciptakan kondisi lingkungan belajar yang kondusif dalam kegiatan membaca.
    Terima kasih

    BalasHapus
  5. Tujuan dari pembelajaran kuantum adalah sebagai berikut.
    1. Menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
    2. Menciptakan proses belajar yang menyenangkan.
    3. Menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak.
    4. Membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir.
    5. Membantu mempercepat dalam pembelajaran
    Selain itu odel Pembelajaran Quantum bertujuan untuk berusaha menggabungkan peningkatan multi sensori dan multi kecerdasan dengan otak yang pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan siswa untuk berprestasi

    BalasHapus
  6. saya akan menanggapi pertanyaan no 1.Apakah selain pada pembelajaran sains, model pembelajaran kuantum dapat digunakan pada mata pelajaran lain, jelaskan ?
    menurut saya Model pembelajaran quantum dapat diterapkan pada semua mata pelajaran. karna model ini sangat mudah diterapkan, jadi jika guru ingin mnerapkan model pembelajaran ini, guru harus memiliki pengetahuan tentang model kuantum tersebut, krna kelemahan model ini memakan banyak waktu pada persiapan awal pembelajaran.
    terimakasih ^_^

    BalasHapus
  7. Menanggapi Pertanyaan No 3
    Tujuan dari pembelajaran model kuantum diantaranya adalah Meningkatkan daya ingat siswa, melatih guru dan siswa untuk berfikir kreatif, meningkatkan rasa kerja sama antar siswa sehingga siswa termotivasi untuk belajar. dan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran tentunya.
    Terima kasih

    BalasHapus
  8. saya akan mengomentari pertanyaan sdri.Tiara mengenai " Apakah selain pada pembelajaran sains, model pembelajaran kuantum dapat digunakan pada mata pelajaran lain, jelaskan ?"

    -menurut saya, model quantum ini dapat diterapkan dalam mata pelajaran apapun, tidak hanya dapat diterapkan dalam pelajaran Sains. karena model ini memiliki sintaks yang umum yang bisa diterapkan dalam mata pelajaran apa saja. buktinya: saya banyak membaca penelitian di bidang diluar sains yang menggunakan model quantum ini.

    terima kasih.

    BalasHapus

  9. menanggapi pertanyaan no 3.
    Menurut DePorter (1999) tujuan pembelajaran Quantum adalah sebagai berikut:
    1. membantu pembelajar untuk melenjit potensi dirinya,
    2. membantu meningkat pemahaman bacaan,
    3. mengatasi dalam hambatan dalam membaca,
    4. menciptakan kondisi lingkungan belajar yang kondusif dalam kegiatan membaca.
    Terima kasih

    BalasHapus
  10. Menanggapi prtanyaan no 2. Kemampuan yg hrus d miliki seorang guru adalh mampu memahami mteri pljaran, bsa menguasai klas yg dpt mencipkantan suasa nyaman dn menyenangkan, serta guru perlu memahami krakter siswa sehingga mngerti ap yg siswa btuhkan. Sdangakn untuk siswa perlu bnyak membaca, membiasakan diri untk aktif d klas dgn byak brtanya atau mjwab, yg trpenting siswa mempunyai kesiapan untk mnerima matri yg akan d berikan.

    BalasHapus
  11. adapun tujuan dari pembelajaran kuantum (quantum learning) adalah sebagai berikut.

    1. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
    2. Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan.
    3. Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak.
    4. Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir.
    5. Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran

    Tujuan di atas, mengindikasikan bahwa pembelajaran kuantum mengharapkan perubahan dari berbagai bidang mulai dari lingkungan belajar yaitu kelas, materi pembelajaran yang menyenangkan, menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan, serta mengefisienkan waktu pembelajaran.

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum
    Saya akan menjawab pertanyaan no 1. Model quantum dapat diterapkan pada materi selain sains. Hal itu dapat kita lakukan dengan mengikuti sintaknya dan menyesuaikan materi yang diajarkan dengan model quantum ini.

    BalasHapus
  13. tujuan dari pembelajaran kuantum (quantum learning) yaitu
    a. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
    b. Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan.
    c. Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak.
    d. Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir.
    e. Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran
    Selain itu tujuannya adalahadanya perubahan dari berbagai bidang mulai dari lingkungan belajar yaitu kelas, materi pembelajaran yang menyenangkan, menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan, serta mengefisienkan waktu pembelajaran.

    BalasHapus
  14. Assalamualaikum, saya akan menanggapi pertanyaan ketiga mengenai tujuan pembelajaran Quantum adalah
    a. Meningkatkan partisipasi siswa melalui pengubahan keadaan.
    b. Meningkatkan motivasi dan minat belajar.
    c. Meningkatkan daya ingat.
    d. Meningkatkan rasa kebersamaan.
    e. Meningkatkan daya dengar.
    f. Meningkatkan kehalusan perilaku (Kosasih & Sumarna,2013:94).

    BalasHapus
  15. 3. Apakah tujuan dari pembelajaran model kuantum ?
    menurut saya pembelajaran quantum menjadikan pembelajaran yang menyenangkan dan udah diterapkan oleh guru, dimana siswa menjadi aktyip disini

    BalasHapus

Posting Komentar